Ma, pagi ini tak beda dengan pagi-pagi sebelumnya
Pagi yang selalu hangat dirumah kita
Pagi, Yang diisi senyum keluarga ini
Pagi, yang disirami damai embun diatap-atap rumah ini
Pagi yang menjadi saksi terbangunnya jutaan jiwa dengan perut kosong
Pagi yang selalu disambut tetes air mata manusia-manusia terjajah
Pagi yang selalu diwarnai senyum penguasa
Senyum yang tersungging diatas jutaan perut yang lapar
Ma, hati anakmu ini selalu tersayat
Melihat penindasan yang tak pernah tuntas
Ma, dirumah ini kudapatkan semuannya
Kudapatkan isi kepala dan isi perut
Tapi, coba ma, cobs mama lihat diluar sana,
Diluar sana jutaan rakyat harus berkelahi hanya untuk mengisi perut
Dan penguasa terus menindas, entah sampai kapan
Ma, ku ingin merubah semua ini
Ku mau tinggalkan kebahagiaan, meninggalkan cinta dan kedamaian dirumah ini
Ma, ijinkan anakmu untuk pergi sesaat
Pergi untuk merubah wajah bangsa ini
Pergi untuk menggantung para penindas
Pergi untuk miskin bersama petani
Pergi untuk lapar bersama PKL
Dan, pergi untuk menangis bersama buruh
Ma, anakmu pasti akan pulang kepangkuanmu
Anakmu akan pulang ketika semua orang kenyang
Anakmu akan pulang ketika tak ada lagi tangis kelaparan
Langkah ini akan terasa ringan bila dibalut dengan doamu
Sembah sujud dari anakmu

1 komentar:
buat mamaku
Posting Komentar