Halaman

Jumat, 05 Februari 2010

Setiap orang pernah dan akan merasakannya dalam fase kehidupannya

. Jumat, 05 Februari 2010

Diary dodo.
Sebuah skema abstrak muncul dalam pikiranku. Gambar-gambar dan kejadian-kejadian yang pernah kualami terbang kesana-kemari,seolah tidak memberikan celah bagi otakku untuk memikirkan hal-hal lain. Mataku mulai ku pejamkan,sengaja mencoba mengingat dan merasakan kembali gambar dan kejadian yang menyatu dalam pikiran. Setelah beberapa lama, ku menyadari waktuku terbuang karenanya. Ada banyak gambar orang yang pernah dan sedang mengisi hari-hariku,ada kawan-kawan seperjuanganku, ada orang tua yang melahirkanku, dan masih banyak lagi.


Setidaknya itu yang sering lalu lalang dalam pikiranku. Kejadian-kejadian konyol yang menyenangkan, sedih, marah, suka, dan perpaduan dari lebih dari satu kejadian. Hal-hal itu membuatku teringat suatu kejadian yang dulu pernah kualami 3 tahun terakhir. Bertolak dari rasa penasaran akan makhluk yang bernama perempuan(yang ku maksud disini adalah eksistensialis). Ku mencoba menggambarkan sosok perempuan dalam kerangka patrialkal,dominasi laki-laki terhadap perempuan. Muncul ide-ide untuk mengali lebih jauh tentang ini, selain mendapat pengetahuan skunder(dari buku,pengalaman kawan), ku juga memadukan dengan pengalamanku berinteraksi dengan perempuan. Alhasil ku mendapat pengetahuan baru,yang menguntungkan buatku secara pribadi. Ku lebih percaya diri mendekati perempuan, terasa ku punya nilai lebih dibandingkan perempuan, ku bahkan pernah memenangkan persaingan mendapatkan perempuan tanpa sepengetahuan “si objek” dari persaingan. Rasanya menyenangkan, ketagihan dan ingin terus melakukannya. Dan ada suatu waktu ku jatuh hati pada seorang perempuan berdarah batak, dengan gencar ku ingin mendapatkannya. Melalui proses yang cukup lama ku berhasil memuaskan batinku. Walaupun banyak pengorbanan untuk itu. Dalam menjalin hubungan dengannya,terpikir untuk sembari mencoba memupuk keyakinan berhenti menjadi petualang. Ternyata tidak demikian yang dipikirkan oleh perempuan itu. Perempuan itu ternyata seoarang petualang yang sama denganku. Tidak salah ketika dia memperlakukanku seperti halnya yang kulakukan terhadap perempuan-perempuan sebelum dia. Tapi karena dia,ku jadi paham tentang banyak hal,salah satunya ku harus menghargai setiap hubungan yang kujalani. Berat memang bagiku pada waktu itu untuk menghargai, tapi ku akan belajar untuk komit dengan apa yang ku ucapkan. Bukan seperti pastur ataupun kebanyakan tokoh agama yang berkhobah tapi tidak menjalankan apa yang di khotbahkannya. Disisi laen,Karena kejadian itu, aktivitas objektifku sebagai organiser dan anggota dari salah satu organisasi terhenti. Banyak kawan yang memberi saran dan tak sedikit yang mengkritik. Dan dalam waktu yang berdekatan, sumber ekonomi keluargaku mendapat ancaman kebangkrutan. Sunggguh kondisi yang membuatku harus berpikir dan bertindak bijak. Akhirnya dalam waktu yang relative singkat ku memilih untuk membantu keluargaku memulihkan keadaan ekonomi. Yah,walaupun belum ada perkembangan yang berarti sampai sekarang, paling tidak cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari (membayar tagihan listrik,air,membeli sembako). Ku harus tegar dan kuat. Dalam pikiranku cuma ada itu. Ku juga punya cita-cita,ku juga punya harapan. Dan ku yakini ini sebagai langkah awal untuk mencapai semua harapanku. Yang hanya ku butuhkan adalah bergaul dilingkungan yang mendukungku, dan sebaliknya ku akan meninggalkan lingkungan yang tidak mendukungku.

2 komentar:

blog orang patah hati mengatakan...

tulisan belum selesai

Anonim mengatakan...

=)) triiiiing

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
{nama-blog-anda} is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com